my teacher is like a red rose

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haii namaku Siti Nurlina biasa dipanggil Lina, aku  alumni dari SMA negeri 3 Bukit Batu dan saat ini aku sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tepatnya di Institut agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai atau biasa orang menyebutnya IAITF Dumai. Ya itu adalah kampus satu-satunya yang ada di Dumai yang sistem pembelajaran nya berlandaskan agama Islam.
 Sebelum melanjutkan pendidikan di di IAITF ini tentunya saya sudah melewati masa-masa SMA. Ya banyak yang bilang bahwasanya masa-masa SMA adalah masa yang paling indah sebenarnya kenyataannya benar sih. Oh ya di masa SMA kemarin sebenernya ada hal yang sangat tidak mengenakkan sih karena ada salah satu pandemi yaitu Corona atau covid-19 mungkin penyakit itu adalah penyakit yang baru terdengar bukan hanya di Indonesia akan tetapi penyakit tersebut mendunia. Terdengar sangat mengerikan bukan. Nah itulah penyebab semua instansi pendidikan di tutup salah satunya siswa/i juga diliburkan sekolahnya.

Oh ya berbicara tentang SMA mungkin waktu yang dihabiskan tidak sepenuhnya 3 tahun berada di masa SMA. Berbicara tentang masa SMA tentu tidak hanya mengacu pada pertemanan akan tetapi juga banyak mengarah pada guru nya. Dimasa SMA mungkin saya punya teman yang sangat akrab atau bisa dibilang mungkin sahabat waktu SMA tapi bukan hanya pada pertemanan, dan pastinya setiap siswa pastinya mempunyai guru terfavorit salah satunya saya, saya juga punya guru favorit pada masa SMA tapi bukan masa SMA aja sih masa SMP juga punya guru favorit, tapi kali ini saya mau berbicara tentang guru favorit di masa SMA. 

Nah foto yang diatas adalah salah satu guru favorit saya, yang memakai baju warna pink. Sayang sekali waktu itu saya tak sempat berfoto dengan ibu itu kebetulan saya pula yang memfotokan Abang kelas saya. Ibu itu bernama buk Rita dia adalah salah satu guru BP tapi dia juga mengajar mata pelajaran sosiologi. Sebenarnya saya bukan hanya suka pada guru nya akan tetapi pada pelajaran nya juga. Buk Rita banyak disukai oleh banyak siswa hampir semua siswa di SMA negri 3 bukit batu senang ketika belajar dengan ibu itu. Dengan gaya mengajar yang tenang dan cara menjelaskan pelajaran yang bagus membuat para murid nya selalu paham ketika belajar dengan beliau, salah satunya saya sendiri. 
Buk Rita adalah sosok yang sudah saya anggap seperti ibu saya Karna ketika berbicara tentang apapun itu baik cerita masalah pribadi ataupun masalah yang lainnya, beliau sangat mampu menanggapi dengan tenang itu menjadikan para siswa menyukai nya. Saya termasuk murid yang dekat dengan beliau. Pernah pada suatu saat beliau memberikan arahan tentang keinginan saya untuk berkuliah, ya beliau adalah salah satu guru yang sangat mendukung saya untuk berkuliah di kampus negri karena beliau yakin dengan saya bahwasanya saya bisa dan beliau juga melihat potensi akademik saya memadai. Dan dialah yang men support saya untuk tetap menggapai cita-cita. Pernah pada suatu hari saya dipanggil oleh beliau dikarenakan saya tidak mengumpulkan rapot dan tidak ikut pendaftaran SNMPTN maupun jalur pbud sebenernya saya juga sangat sedih sih, tidak bisa ikut tapi saya tidak bisa memaksakan terlebih lagi tidak dapat restu orang tua untuk kuliah jauh. Beliau juga sempat menanyakan apa alasan saya tidak ikut mendaftar setelah saya jelaskan alasannya beliau juga tetap menyuruh saya untuk berbicara lagi dengan orang tua minta izin kembali untuk bisa mendaftar. Akan tetapi mungkin bukan rezeki saya untuk kuliah di kampus negri. 
Singkat cerita sudah sampai lah pada tahap di akhir kami sudah menyelesaikan masa putih abu-abu kami. Yang dimana kami adakan acara perpisahan, saat masa perpisahan dengan guru-guru SMA pas saya menyalami buk Rita disitu tangis saya pecah sejadi-jadinya saya peluk ibu itu seraya nangis dan minta doa dengan ibu itu agar di permudah untuk meraih cita-cita. Beliau memeluk saya dengan erat dan menangis bercucuran air mata disitulah letak kesedihan paling mendalam yang saya rasakan selama saya sekolah, tak bisa membendung rasa sedih ketika mengingat harus berpisah dari masa SMA.
 melihat wajah beliau yang sangat tulus dalam mendidik dan mengajar membuat saya senang pada beliau. Beliau juga selalu memberikan nasihat dan arahan-arahan baik selama saya sekolah. Beliau juga pernah bilang pada saya bahwasanya ketika nanti saya tamat kuliah saya harus kembali ke SMA negeri 3 Bukit batu bukan sebagai murid akan tetapi mengajar dan menjadi guru disana. Nah dari situlah semangat saya naik kembali untuk tetap semangat kuliah supaya kedepannya bisa menjadi yang lebih terbaik. Dan saya juga terinspirasi jika suatu saat saya menjadi guru saya akan mencontoh cara mengajar beliau karena beliau benar-benar memberikan aura positif bagi siswa.







Berbicara tentang buk Rita sebenarnya saya mempunyai guru favorit lagi sewaktu SMA beliau bernama buk ayu.
Beliau adalah guru B. Inggris di SMA, sebenarnya banyak yang tidak suka belajar dengan beliau akan tetapi saya menyukainya. Cara beliau mengajar tidak setenang dan selembut buk Rita tetapi asik juga jika belajar dengan beliau. Saya pernah punya pengalaman yang buruk yang mana pada waktu kelas 10 saya mendapatkan hukuman dengan beliau, penyebabnya bukan lah yang buruk tetapi penyebabnya sewaktu itu beliau memberikan tugas tapi hanya saya yang mengerjakan teman-teman saya yang lain tidak mengerjakan, tentu teman saya yang lain pada minta jawaban pada saya, akhirnya saya berikanlah jawaban saya tapi hanya pada 1 orang tapi ternyata di luar dugaan saya waktu itu adalah jawaban yang saya berikan tadi malah tersebar pada 1 kelas. Itulah mengapa buk ayu curiga siapa sumber utama yang memberikan jawaban ini sampai-sampai jawabannya bisa sama semua. Setelah ibu itu tau bahwasanya sumber utamanya dari saya nah beliau memberikan hukuman pada kami semua tapi hukuman saya sendiri yang lebih banyak padahal kan niat saya awal nya membantu teman saya yang ga tau jawabannya heheheh tapi tetap aja salah sebenarnya. 
Sewaktu selesai saya dihukum saya tidak langsung membenci guru nya tapi pada saat itu saya langsung nangiis ya Karna sedih mereka yang 1 kelas yang mencontek kenapa hukuman saya yang lebih banyak kenapa ga setara aja. Tapi saya paham maksud dan tujuan dari itu semua.
Sama seperti buk Rita beliau juga sering memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada saya dan hal itu lah yang menjadikan saya ketika waktu perpisahan sangat sedih. Beliau hebat di umur nya yang sudah 30an lebih beliau sudah mendapatkan karir yang terbaik beliau sudah PNS dan menurut saya itu adalah salah satu hal yang luar biasa. Mudah-mudahan kedepannya saya bisa sehebat beliau.



Itu tadi cerita singkat tentang guru favorit masa SMA
Terimakasih wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

my self

inilah mungkin awal